Luwu, Aksaranews.id – Pemerintah Kabupaten Luwu menghadiri kegiatan Pembekalan Muballigh/Muballigha yang dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Persatuan Muballigh Islam Luwu (Persamil) tingkat Kabupaten Luwu. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Andi Kambo, Kompleks Perkantoran Bupati Luwu, Kamis (12/02/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Luwu, H. Patahudding, Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, serta Penjabat Sekretaris Daerah Luwu, Muh. Rudi.
Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. KH. Mustari Bosra, MA secara resmi melantik H. M. Anang Ismail, S.Ag sebagai Ketua MUI Kabupaten Luwu.
Sementara itu, Bupati Luwu melantik H. Alimuddin Hasyam, SKM., M.Kes. sebagai Ketua Persamil Kabupaten Luwu periode 2026–2031.

Dalam sambutannya, Bupati Luwu menekankan pentingnya evaluasi dan penguatan strategi dakwah di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi daerah saat ini. Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Luwu masih menghadapi persoalan serius, di antaranya tingginya angka kekerasan seksual yang termasuk tertinggi di Sulawesi Selatan, meningkatnya kasus perceraian, serta penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, peran muballigh dan muballigha sangat strategis dalam memberikan edukasi keagamaan, pembinaan moral, serta penguatan ketahanan keluarga dan generasi muda.
“Dakwah harus adaptif dan menyentuh akar persoalan di tengah masyarakat. Sinergi antara pemerintah, ulama, dan para muballigh sangat dibutuhkan untuk menekan berbagai persoalan sosial yang ada,” ujar H. Patahudding.
Menanggapi arahan tersebut, Ketua Persamil Kabupaten Luwu yang baru dilantik, H. Alimuddin Hasyam, menyatakan komitmennya untuk segera melakukan evaluasi kinerja dan progres dakwah para muballigh di Kabupaten Luwu. Ia mengimbau agar dalam setiap ceramah, para muballigh turut menyinggung isu-isu sosial yang berkembang, termasuk pentingnya menjaga keutuhan rumah tangga dan membangun ketahanan keluarga.
“Setelah pelantikan ini, kami akan melakukan evaluasi kinerja dan progres muballigh secara berkala. Jika memungkinkan, evaluasi akan dilakukan setiap dua bulan sekali agar dakwah berjalan terarah dan berdampak,” ungkap Alimuddin.
Ia juga menyampaikan bahwa Persamil Luwu akan segera melakukan konsolidasi internal, termasuk melantik delapan pengurus Persamil tingkat kecamatan yang hingga kini belum dilantik.
Selain itu, Persamil akan menyusun agenda safari dakwah dan ceramah di sejumlah masjid selama bulan Ramadan. Materi dakwah akan dikolaborasikan dengan isu-isu kemasyarakatan melalui kerja sama dengan perangkat daerah terkait, sehingga pesan keagamaan dapat menjawab persoalan riil yang dihadapi masyarakat.
Usai Ramadan atau menjelang Iduladha, Persamil Luwu berencana menggelar evaluasi menyeluruh serta menyusun strategi dakwah lanjutan, terutama untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil di Kabupaten Luwu.
Dengan langkah tersebut, diharapkan dakwah Islam di Kabupaten Luwu semakin terarah, solutif, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang religius dan berdaya.







