Palopo, 21 Januari 2026
LUWU, Aksaranews.id – Jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu melaksanakan prosesi adat mappesabbi sebagai rangkaian awal Peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-80 di Kedatuan Luwu, Kota Palopo.
Prosesi dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, Muhammad Rudi, bersama Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, serta Camat se-Kabupaten Luwu. Rombongan menghadap dan menyampaikan penghormatan kepada Datu Luwu ke-40, Andi Maradang Mackulau, serta Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu.
Mappesabbi menjadi penanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan HJL dan HPRL, di mana panitia secara resmi menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan peringatan kepada Datu Luwu sebagai pemangku adat tertinggi Kedatuan Luwu.

Usai mappesabbi, kegiatan dilanjutkan dengan tudang ade yang dihadiri kepala daerah se-Tana Luwu, Forkopimda se-Tana Luwu, Forum Silaturrahmi Keraton Nusantara (FSKN), serta Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) se-Indonesia.
Tudang ade merupakan musyawarah adat yang mempertemukan unsur pemerintah daerah, Kedatuan Luwu, pemangku adat, dan tokoh masyarakat. Tradisi ini bertujuan membahas persoalan kemasyarakatan dan adat istiadat sebagai wujud harmonisasi pemerintahan modern dengan nilai-nilai luhur budaya Luwu.
Puncak peringatan HJL ke-758 dan HPRL ke-80 dilaksanakan pada Jumat (23/1/2026) dengan prosesi Makkasawiang / Mabbalisumange dan Mappangolo Lise Rakki.








