Belopa, Luwu, Aksaranews.id – Bupati Luwu, H. Patahudding, mengajak Persatuan Muballigh Islam Luwu (Persamil) untuk bersinergi membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kemampuan baca tulis Alquran masyarakat Kabupaten Luwu.
Langkah ini dinilai penting guna melahirkan masyarakat dan generasi Qurani yang berakhlak mulia.
Ajakan tersebut disampaikan saat Bupati melaksanakan Sholat Tarawih malam pertama Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Luwu, Rabu (18/02/2026) malam.
Turut hadir dalam kesempatan itu Ketua DPRD Luwu, unsur Forkopimda, para kepala OPD, Camat Belopa, Ketua Persamil Luwu, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Sebelum pelaksanaan sholat tarawih, Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Luwu ingin mewujudkan Kabupaten Luwu yang religius dan bermartabat. Untuk itu, berbagai program keagamaan terus didorong, salah satunya peningkatan kemampuan baca tulis Alquran, khususnya bagi generasi muda.
“Kita ingin melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya mampu membaca Alquran, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Selain itu, Bupati juga mengingatkan masyarakat agar bersama-sama mencegah berbagai penyakit masyarakat yang kian mengkhawatirkan, seperti judi online. Ia meminta para orang tua untuk lebih aktif memantau anak-anaknya, terutama yang sering bermain telepon genggam dan menyendiri di kamar, mengingat kasus judi online terus meningkat.
Tak hanya itu, Bupati juga menyoroti meningkatnya kasus KDRT, perceraian, kekerasan seksual, serta penyalahgunaan narkoba. Ia menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai agama menjadi salah satu solusi utama dalam menekan berbagai persoalan sosial tersebut.
Di akhir sambutannya, Bupati mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 H kepada seluruh masyarakat Kabupaten Luwu. Ia juga mengimbau agar ketentraman dan keamanan daerah tetap dijaga selama bulan suci.
Sementara itu, Ketua Persamil Luwu, H. Alimuddin Hasyam, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung dan mensosialisasikan program-program pemerintah daerah melalui dakwah, khususnya sepanjang bulan suci Ramadan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, ulama, dan organisasi kemasyarakatan Islam, diharapkan terwujud masyarakat Luwu yang religius, berakhlak, dan terbebas dari berbagai penyakit sosial.




